Informasi yang diterima, Sertu Muhammad Nur Ichwan, prajurit TNI Angkatan Darat (AD) asal Mertoyudan, Kabupaten Magelang ikut gugur akibat sebuah ledakan yang menghantam kendaraan UNIFIL saat hendak melakukan penjemputan jenazah Praka Farizal Rhomadon, Senin (30/3/2026).
Sertu Ichwan merupakan anggota Kesdam IX Udayana yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB Satgas Kontingen Garuda (Konga) TNI dalam misi UNIFIL.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang di rumah duka di Dusun Deyangan RT 01 RW 03, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Selasa (31/3/2026), tampak warga setempat sudah memasang tenda dan kursi di depan rumah duka.
Selain itu, tampak warga dan sejumlah kerabat mulai berdatangan di rumah duka.
Istri Sertu Nur Ichwan, Hana Dita Anjani, 26, mengatakan, keluarga mendapatkan informasi awal itu pada Senin (30/3/2026) malam.
Namun, informasi tersebut masih belum valid dan menunggu informasi lebih lanjut.
“Kemarin informasinya masih simpang siur dan harapan saya semoga bukan suami saya. Namun pagi tadi kembali dikabari dari satuan suami saya, kalau suami ikut menjadi korban ledakan dan baru bisa dipastikan A1 kalau suami dinyatakan meninggal dunia,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Magelang di rumah duka.
Sambil menahan tangis, Hana mengaku tidak ada firasat sama sekali.
Ia mengatakan, sebelum suami patroli, sempat mengabarkan akan di-cancel patrolinya.
“Ternyata nggak jadi, dan tetap patroli,” jelasnya.
Hana mengaku, selama operasi, dirinya selalu mencoba untuk berpikir positif terhadap suaminya.
Hingga pada malam sebelumnya, suami sempat mengirim pesan panjang.
“Intinya berisi ucapan terima kasih telah menjadi istri, menjadi ibu yang baik,” ujarnya sambil terisak.
Ia mengaku, sosok Nur Ichwan merupakan suami yang baik, penyayang, dan sayang keluarga.
“Saya nggak ada pandangan buruk soal beliau, karena beliau merupakan suami yang sangat baik,” ujarnya.
Suaminya berdinas sejak 2019, dan terakhir pulang pada Agustus 2025 lalu.
Saat itu, sang suami pulang selama tiga minggu.
Hana mengatakan, suaminya selesai menjalani misi UNIFIL pada Mei mendatang. “Bulan Mei besok itu sebenarnya rencana mau pulang,” ucapnya.
Selama di sana, Hana mengaku komunikasi dengan suaminya terbilang lancar. Meski nggak ada sinyal, tapi suami tetap mencoba berkomunikasi dengan keluarga.
“Di sana ada wifi, dan suami juga membeli kartu paketan untuk berkomunikasi,” akunya.
Hana menambahkan, menurut informasi sementara, jenazah suaminya akan dipulangkan pada 2 April mendatang.
Sertu Muhammad Nur Ichwan merupakan putra pertama pasangan almarhum Isyadi dan Zeniah.
Ia meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan yang masih berusia 7 bulan. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto