Oleh : Riffat Jazmi Raziq
RADARMAGELANG.ID- Kafe kini tak lagi sebatas tempat untuk menikmati sajian menu minuman makanan.
Tak sekadar tempat untuk ngopi atau melepas ketegangan dari rutinitas keseharian.
Kafe menjelma ruang kerja nyaman, yang memunculkan ide-ide segar di tengah alunan musik dan suasana santai.
Sembari menyeruput segelas kopi atau ngemil kudapan ringan, otak pun berputar menuntaskan tugas-tugas atau pekerjaan yang harus diselesaikan.
Ya, fenomena work from cafe (WFC) saat ini menjadi tren. Terutama di kota-kota besar.
Banyak orang memilih kafe menjadi tempat merampungkan pekerjaan, menyelesaikan tugas-tugas kampus atau sekolah, istilah populernya : nugas.
Baca Juga: Bukan Sekadar Medali: Perjalanan NusaFlow Membawa Gagasan Pelajar Indonesia ke Tingkat Internasional
Melihat fenomena ini, banyak kafe lantas menyediakan tempat yang memadai dan mendukung mereka yang ingin bekerja atau menyelesaikan tugas sekolah.
Di kota-kota sejumlah kafe tumbuh pesat seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi. Tempat nongkrong pun menjamur.
Dan tak lagi sekadar tempat nongkrong namun tempat nongkrong yang mendukung pengunjung untuk menyelesaikan tugas kantor, tugas sekolah atau kampus.
Menurut saya work from cafe (WFC) merupakan kegiatan yang memberikan dampak positif, terutama untuk meningkatkan semangat dalam bekerja maupun belajar.
Suasana kafe umumnya lebih santai dan nyaman. Hal ini akan membuat pengunjung lebih rileks dalam mengerjakan tugas.
Apalagi saat ini hampir semua kafe menyediakan internet gratis sehingga sangat mendukung dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas sekolah.
Namun dalam pelaksanaannya kegiatan ini juga harus dilakukan secara bijak.
Kafe menawarkan suasana yang baru. Berbeda dengan suasana di rumah maupun kantor.
Hal itu memberikan kenyamanan tersendiri bagi seseorang untuk membantu lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu.
Dengan suasana atau tempat yang baru, bagi sebagian orang dapat mengurangi rasa bosan dan memberikan ide-ide segar dalam mengerjakan tugas dan meningkatkan produktivitas.
Tak heran bila pengunjung betah berlama-lama di kafe.
Menikmati sajian menu, mendengarkan musik sambil menyelesaikan tugas.
Selain memberikan suasana yang berbeda, work from cafe juga dapat menjadi sarana untuk bersosialisasi.
Seseorang dapat bertemu dengan teman, rekan kerja, atau orang lain sehingga dapat melakukan diskusi dan bertukar pikiran.
Interaksi tersebut dapat membantu munculnya ide-ide baru dalam menyelesaikan pekerjaan maupun tugas.
Oleh karena itu, bekerja atau belajar di kafe tidak selalu hanya tentang mencari tempat yang nyaman, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk membangun hubungan dengan orang lain.
Di sisi lain, work from cafe juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.
Tidak semua orang dapat berkonsentrasi dengan baik di tempat yang ramai.
Selain itu, terlalu sering melakukan kegiatan di kafe dapat membuat pengeluaran menjadi lebih besar.
Karena mereka perlu membeli makanan atau minuman untuk menemani mengerjakan tugas.
Jika dilakukan hanya untuk mengikuti tren, kegiatan ini justru dapat menjadi kebiasaan yang kurang bermanfaat.
Terlepas dari itu, menurut saya, work from cafe merupakan fenomena yang memiliki banyak manfaat jika dilakukan dengan tepat.
Suasana yang nyaman dan berbeda dapat meningkatkan semangat, produktivitas, serta memberikan kesempatan untuk bersosialisasi.
Namun, kegiatan ini tetap perlu dilakukan sesuai kebutuhan dan kemampuan agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Dengan demikian, work from cafe dapat menjadi pilihan yang baik untuk belajar maupun bekerja tanpa hanya sekadar mengikuti tren. (*/lis)
*Siswa Kelas XI SMA Taruna Nusantara*
Editor : Lis Retno Wibowo