Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Parikesit Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi Perpustakaan

Lis Retno Wibowo • Jumat, 10 Juli 2026 | 11:40 WIB
Anatri Endras Sumekar
Anatri Endras Sumekar
 
 

Oleh : Anatri Endras Sumekar*

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, menyatakan bahwa perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat mengembangkan potensi masyarakat agar menjadi manusia  yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,  berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional.

Dari pernyataan tersebut  perpustakaan mempunyai peran  penting dalam mendukung suksesnya pendidikan di negara Indonesia.

Oleh karena itu  pengelolaan dan pelayanan perpustakaan harus  dilakukan secara optimal agar memberikan dukungan pada dunia pendidikan dalam mewujudkan cita-cita pendidikan nasional.

Perpustakaan sekolah hendaknya dikelola dalam kerangka kerja kebijakan yang tersusun secara jelas.  

Pengelolaan tersebut membutuhkan kreativitas  dan inovasi yang bisa memajukan perpustakaan. Salah satu cara untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi perpustakaan dengan menggunakan strategi  Parikesit (Pameran, Reward, Literasi, Kerja sama, Evaluasi, dan Tindak Lanjut).

Pameran salah satu cara untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi perpustakaan.

Kegiatan pameran butuh kreativitas dan inovasi untuk menyuguhkan informasi tentang seputar  kegiatan perpustakaan serta mempromosikan karya-karya terbaik yang ada di perpustakaan.

Pendapat Sukarjono dan Wahyudiati (2017) menyatakan bahwa jasa dan fasilitas yang disediakan perpustakaan sekolah harus aktif dipromosikan sehingga berbagai kelompok sasaran selalu menyadari peran utamanya sebagai mitra dalam pembelajaran dan sebagai pintu gerbang ke semua jenis sumber informasi.

Cara agar perpustakaan banyak pengunjungnya dengan memberikan reward  kepada pemustaka/pengunjung yang aktif datang ataupun yang aktif meminjam buku. Reward juga merupakan bentuk kreativitas serta inovasi perpustakaan.

Setiawan dkk, (2019) menjelaskan bahwa literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi multimodal melalui berbagai aktivitas yang meningkatkan kemampuan membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.

Kegiatan literasi yang terjadwal dan dilakukan secara rutin memunculkan kreativitas dan inovasi. Seperti kegiatan pojok baca, duta baca, lomba membuat cerita dan sebagainya.

Perpustakaan butuh kerja sama dengan pihak lain, baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Kerja sama dengan pihak di dalam sekolah  bisa dengan OSIS, guru maupun sekolah.

OSIS bisa diajak kerja sama ketika perpustakaan mengadakan kegiatan pameran, pojok baca, duta baca, dan kegiatan lainnya.

Guru juga bisa diajak kerja sama untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan.

Kerja sama dengan sekolah  ada kaitannya dengan pengadaan buku-buku bacaan, sarana prasarana lainnya yang dibutuhkan perpustakaan.

Adapun kerja sama dengan pihak luar seperti dengan wali murid, alumni, sekolah-sekolah lain atau pihak terkait. Mereka bisa diajak menyukseskan program hibah buku, meminjam buku bacaan, menjadi narasumber di sekolah,  donatur buku dan sebagainya.

Program-program perpustakaan butuh dievaluasi. Program yang belum terlaksana bisa dicari penyebabnya dan dicari solusinya. Sedang program-program yang sudah terlaksana dievaluasi prosesnya.

Ada kendala atau tidak. Berapa persen tingkat keberhasilannya. Dengan mengevaluasi program-progam tersebut akan muncul kreativitas dan inovasi  untuk kemajuan perpustakaan.

Tindak lanjut perlu dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan dari program yang sudah dievaluasi.

Ke depan program bisa dilanjutkan atau diadakan  kegiatan lain lagi agar bermanfaat bagi pemustaka.

Dengan strategi Parikesit perpustakaan akan lebih kreatif dan inovasi. Perpustakaan punya daya tarik untuk menjaring pemustaka agar datang ke perpustakaan. (*/lis)

·        Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 1 Mungkid Kabupaten Magelang

Editor : Lis Retno Wibowo
#Peran perpustakaan #parikesit #inovasi perpustakaan #dunia pendidikan