Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Dari Langkah Menjadi Listrik: Revolusi Energi Ramah Lingkungan Melalui Lantai Piezoelektrik

H. Arif Riyanto • Selasa, 9 Desember 2025 | 03:14 WIB
Haidar Abdullah, Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tidar
Haidar Abdullah, Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tidar

Oleh: Haidar Abdullah

RADARMAGELANG.ID—Berjalan kaki merupakan aktivitas yang dilakukan manusia untuk mencapai tempat tujuan dalam kehidupan sehari-hari. Berjalan kaki juga merupakan olahraga yang paling murah yang dapat dilakukan. Dengan berjalan kaki, sistem imun akan meningkat dikarenakan meningkatnya jumlah sel kekebalan tubuh. Sehingga dengan berjalan kaki, manusia secara langsung dapat menjaga kesehatan tubuhnya dan mengurangi risiko penyakit.

Selain itu, seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, manusia juga dapat memanfaatkan aktivitas berjalan kaki untuk menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan alat yang bernama Piezoelelctric Floor Tiles atau dalam Bahasa Indonesia berarti Lantai Piezoelektrik.

Lantai Piezoelektrik adalah inovasi teknologi yang memanfaatkan prinsip piezoelektrik untuk menghasilkan energi listrik. Lantai Piezoelektrik menghasilkan energi listrik dari tekanan yang terjadi saat seseorang berjalan di atasnya. Prinsip Lantai Piezoelektrik bekerja dengan mengubah energi mekanik yang dihasilkan oleh langkah kaki menjadi energi listrik.

Energi Lantai Piezoelektrik berasal dari efek bahan piezoelektrik atau material tertentu. Struktur pada Lantai Piezoelektrik terdiri atas bahan piezoelektrik dan sensor yang dengan didukung oleh dua lempeng besi, di mana di antara lempeng akan menciptakan dipole yang terinduksi molekul dari berbagai struktur kristal tergantung bahan yang dipakai.

Saat sebuah Lantai Piezoelektrik diberi tekanan, maka bidang piezo akan menghasilkan gaya listrik, sehingga menghasilkan tegangan listrik sesuai dengan besarnya tekanan yang diberikan. Prinsip piezoelektrik sendiri sudah lama ditemukan, namun baru dikembangkan beberapa tahun terakhir.

Bahan piezoelektrik ketika belum terpolarisasi, arah arusnya masih acak, saling bertabrakan arahnya, dan tidak ada keteraturan. Karena tidak ada tekanan yang diberikan. Akibatnya, meskipun ada muatan listrik di dalam material, jumlahnya saling meniadakan, sehingga tidak menghasilkan listrik. Sementara, setelah piezoelektrik mendapatkan tekanan, piezoelektrik akan mengalami polarisasi, arah arusnya menjadi seragam, semuanya menghadap ke arah yang sama, karena keteraturan ini, muatan positif terkumpul di satu sisi, sedangkan muatan negatif terkumpul di sisi lainnya, perbedaan muatan inilah yang menimbulkan tegangan listrik.

Lantai Piezoelektrik memiliki manfaat besar dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Di antara manfaat itu adalah teknologi ini mampu mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang selama ini menjadi penyumbang utama polusi udara dan emisi karbon. Dengan penerapan yang lebih luas, manfaat lain seperti kualitas udara dapat meningkat dan dampak perubahan iklim dapat ditekan. Selain itu, pemanfaatan energi terbarukan ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan secara global. Tentu saja dibalik manfaat yang ditawarkan, terdapat tantangan dalam pengembangannya.

Secara keseluruhan, Lantai Piezoelektrik merupakan inovasi yang memberikan harapan baru dalam penyediaan energi terbarukan. Teknologi ini menghadirkan harapan bahwa aktivitas sederhana seperti berjalan kaki dapat diubah menjadi energi yang bermanfaat.

Dengan penelitian yang berkelanjutan, ada harapan besar bahwa efisiensi dan biaya produksi akan semakin baik. Selain itu, harapan masyarakat terhadap solusi energi ramah lingkungan dapat diwujudkan melalui penerapan teknologi ini secara lebih luas. Pada akhirnya, Lantai Piezoelektrik menyimpan harapan untuk menjadi bagian penting dari infrastruktur cerdas yang mendukung kehidupan modern dan berkelanjutan. (*/aro)

Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tidar

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Fakultas Teknik #universitas tidar #energi listrik #teknik elektro