Oleh : Ramadan Panji Saputra*
Di era sekarang perkembangan ilmu teknik berdampak besar terhadap kemajuan teknologi. Khususnya teknik elektro. Kemajuan ilmu elektro memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi kehidupan di era teknologi industri dan pertanian.
Berkembangnya teknologi di bidang pertanian maupun industri memunculkan alat yang membantu dalam proses pertanian berbasis teknologi (Internet of Things/IoT).
Contoh dari alat pertanian yang menggunakan IoT adalah sistem irigasi otomatis. Sedangkan penerapan ilmu elektro di bidang industri adalah dengan penggunaan Programmable Logic Control (PLC).
PLC adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk mengontrol proses atau mesin secara otomatis di bidang industri.
Selain perangkat PLC, bidang industri juga menggunakan perangkat generator. Generator adalah alat yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.
Kegunaan generator di bidang industri sebagai pemasok listrik utama, sumber cadangan, dan menjaga stabilitas daya. Generator seringkali digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
PLTU adalah pembangkit listrik yang menggunakan uap bertekanan tinggi sebagai tenaga untuk menggerakan turbin. Pada PLTU terdapat uap yang dihasilkan dari boiler dengan memanaskan air menggunakan energi hasil dari pembakaran bahan bakar batu bara atau minyak dan gas.
Energi listrik dari PLTU akan didistribusikan ke konsumen atau ke industri lainnya. Komponen penting lain dalam sistem pembangkit listrik adalah turbin.
Pengembangan turbin modern kini banyak memanfaatkan otomatisasi kontrol untuk mengatur kecepatan dan tekanan secara real-time agar sistem bekerja optimal. Salah satu bentuk otomatisasi kontrol yang sering digunakan adalah sensor.
Sensor kelembapan tanah digunakan untuk menentukan kapan irigasi otomatis diaktifkan. Sedangkan di industri, sensor suhu dapat mengatur sistem pendingin mesin agar tidak overheat. Semua data dari sensor akan dikumpulkan oleh mikrokontroler untuk diproses lebih lanjut.
Dalam bidang pertanian, mikrokontroler mengatur kapan pompa air harus menyala, sementara di industri berfungsi mengontrol proses produksi seperti conveyor atau sistem pengemasan otomatis.
Untuk menghubungkan mikrokontroler dengan perangkat lain agar dapat dikendalikan jarak jauh, diperlukan jaringan komunikasi data.
Jaringan komunikasi data memungkinkan pertukaran informasi antara perangkat dalam sistem IoT.
Dalam konteks pertanian modern, jaringan ini membuat petani bisa memantau kondisi lahan melalui aplikasi smartphone. Sementara di industri jaringan ini memfasilitasi pengawasan mesin dari pusat kontrol.
Kinerja jaringan komunikasi yang andal dan stabil sangat menentukan kecepatan serta ketepatan sistem dalam mengambil keputusan. Salah satu sistem yang memanfaatkan komunikasi data secara luas adalah sistem monitoring.
Sistem monitoring merupakan hasil penerapan ilmu elektro yang menggabungkan sensor, mikrokontroler, dan jaringan komunikasi untuk mengamati suatu proses secara real-time.
Di bidang industri, sistem monitoring digunakan untuk memantau suhu, tekanan, arus, dan tegangan pada mesin. Sedangkan di bidang pertanian, sistem ini memantau kondisi cuaca, kelembapan tanah, dan pertumbuhan tanaman.
Dengan sistem monitoring, pengguna dapat menganalisis performa dan melakukan tindakan pencegahan bila terjadi gangguan. Semua data dari sistem monitoring biasanya disimpan dan dianalisis menggunakan teknologi cloud computing.
Dengan cloud computing, petani dapat melihat grafik kelembapan tanah dari waktu ke waktu, dan teknisi industri dapat memantau performa mesin melalui dashboard online.
Perkembangan ilmu elektro berperan besar dalam mengintegrasikan otomatisasi, data, dan kecerdasan buatan (AI) untuk kemajuan pertanian dan industri masa depan. (*/lis)
*Mahasiswa Prodi S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tidar
Editor : Lis Retno Wibowo