Oleh : Siti Chunaeni, Nuril Nikmawati, Siti Maryani*
RADARMAGELANG.ID - HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Infeksi tersebut menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga sangat mudah terinfeksi berbagai macam penyakit.
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) yaitu sekumpulan gejala berkurangnya kemampuan pertahanan diri yang disebabkan oleh masuknya virus HIV.
Pendampingan pengetahuan HIV/AIDS pada remaja sangat penting karena mereka rentan terhadap informasi yang salah dan perilaku berisiko.
Serta bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan, penularan, dan penanganan HIV/AIDS agar remaja lebih bertanggung jawab melindungi diri.
Metode yang dapat dilaksanakan di antaranya melalui pendidikan sebaya, seminar, penggunaan media seperti video dan leaflet.
Serta melibatkan pihak sekolah, keluarga dan desa untuk memberikan edukasi kesehatan yang tepat mengenai bahaya dan pencegahan HIV/AIDS.
Pengaruh teman sebaya dalam usia remaja dalam berbagai hal termasuk mengambil keputusan.
Pusat Informasi Konseling Mahasiswa (PIKMA) salah satu KKM yang ada di Prodi Kebidanan Magelang Poltekkes Kemenkes Semarang sebagai upaya metode pendekatan ke remaja sangat berperan dalam menggali dan membantu meningkatkan pengetahuan remaja.
Konseling teman sebaya remaja sangat diperlukan dalam meningkatkan pengetahuan remaja.
Karena pendidikan melalui teman sebaya merupakan cara paling efektif dalam pemberian informasi di kalangan teman sendiri, sehingga lebih mudah diterima dan dipercaya.
Harapan dari pendampingan PIKMA, pengetahuan remaja akan kesehatan reproduksi, utamanya pencegahan penyakit menular seksual yaitu HIV/AIDS bisa terhindarkan. Remaja tumbuh menjadi seorang yang sehat, cerdas dan berkualitas.
Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan oleh tim dari Prodi Kebidanan Magelang Poltekkes Kemenkes Semarang yang terdiri dari 3 dosen, 3 mahasiswa, KKM PIKMA dan didampingi oleh bidan desa.
Dengan sasaran remaja di Desa Jambewangi Kecamatan Secang Kabupaten Magelang.
Kegiatan telah dilaksanakan pada Sabtu, 23 Agustus 2025, berjalan lancar. Peserta antusias dan semangat mengikuti kegiatan yang disertai dengan permainan game saat ice breaking.
Pemberian materi tentang HIV/AIDS dengan dibuat kelompok untuk pelaksanaan pendampingan PIKMA.
Permasalahan seputar remaja mulai digali untuk bisa mendengarkan ada kejadian apa saja yang pernah diketahui oleh remaja selama ini.
Kepercayaan remaja dengan PIKMA mulai terjalin sehingga mudah untuk memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi.
Perilaku free seks dan pergaulan remaja khususnya pria seperti merokok, minuman keras juga menjadi bahan bincangan di antara mereka.
Penjelasan tentang pencegahan dari HIV/AIDS ada 5 yaitu yang dikenal dengan ABCDE yakni :
- Abstinence yang berarti tidak melakukan hubungan seksual sama sekali. Terutama di luar pernikahan karena HIV ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan orang yang terinfeksi. Dengan abstinensi, risiko penularan menjadi nol. Siapa yang disarankan? Umumnya dianjurkan untuk remaja atau orang yang belum menikah sebagai bentuk pengendalian diri dan pencegahan dini.
- Be Faithful (setia pada pasangan). Memiliki satu pasangan seksual yang setia dan tidak terinfeksi HIV. Hindari hubungan seksual dengan banyak pasangan. Kedua pasangan sebaiknya melakukan tes HIV terlebih dahulu.
- Condom (menggunakan kondom). Menggunakan kondom secara benar dan konsisten setiap kali berhubungan seksual. Kondom melindungi dari paparan cairan tubuh yang membawa virus HIV (darah, air mani, cairan vagina).
- Do Not Use Drugs (tidak menggunakan narkoba suntik/jarum bersama). Menghindari penggunaan narkoba, terutama dengan cara suntik. Penularan HIV sangat tinggi jika berbagi jarum suntik dengan orang yang terinfeksi.
- Education (edukasi dan pemeriksaan dini). Memberikan pengetahuan yang benar dan menyeluruh tentang HIV/AIDS serta pentingnya pemeriksaan dini. (web/lis)
*Dosen Prodi Kebidanan Magelang Poltekkes Kemenkes Semarang
Editor : Lis Retno Wibowo