Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Optimalisasi Gizi Balita : Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Prinsip Isi Piringku untuk Mencegah Stunting

Lis Retno Wibowo • Selasa, 19 November 2024 | 19:14 WIB
Arum Lusiana
Arum Lusiana

Oleh : Arum Lusiana

Stunting merupakan kondisi kegagalan pertumbuhan pada balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi pada seribu hari pertama kehidupan.

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga menghambat perkembangan otak dan produktivitas di masa depan.

Salah satu upaya pencegahan stunting adalah dengan memberikan makanan tambahan (PMT) gizi seimbang berdasarkan prinsip Isi Piringku.

Apa Prinsip Isi Piringku?

Prinsip Isi Piringku menguraikan porsi makan sehat dengan gizi seimbang. Sepiring makanan sebaiknya terdiri dari 50 persen buah dan sayur.

Sedangkan 50 persen lainnya dibagi antara makanan pokok dan lauk kaya protein.

Kombinasi ini membantu memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral balita untuk tumbuh kembang yang optimal.

Pentingnya Makanan Tambahan Bagi Balita

Pemberian makanan tambahan merupakan intervensi penting untuk mencegah stunting.

Ini melengkapi nutrisi yang mungkin hilang dari makanan sehari-hari dan memastikan balita menerima energi dan nutrisi yang cukup.

PMT sangat penting terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi atau mereka yang menunjukkan tanda-tanda malnutrisi.

Pedoman Makanan Tambahan Berdasarkan Isi Piringku

Makanan pokok (sumber energi): 

Bahan pokok seperti nasi, jagung, kentang, atau ubi berfungsi sebagai sumber energi utama. Alternatif seperti bubur kacang hijau atau bubur nasi merah juga bisa dimasukkan.

Makanan kaya protein (lauk pendamping):

Protein sangat penting untuk pertumbuhan dan regenerasi sel. Sertakan makanan seperti telur, ikan, ayam, daging, tahu, atau tempe.

Ikan berlemak seperti salmon atau tuna kaya akan omega-3 yang mendukung perkembangan otak.

Sayuran (sumber serat dan vitamin): 

Sayuran seperti bayam, brokoli, atau wortel kaya akan vitamin dan mineral yang membantu metabolisme.

Untuk balita, bisa diolah dalam bentuk sup atau bubur untuk memperlancar pencernaan.

Buah-buahan (sumber vitamin dan mineral):

Buah-buahan segar seperti pisang, pepaya, jeruk, atau apel memberikan vitamin C dan antioksidan sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh balita.

Produk susu (sumber kalsium):

Susu dan produk olahannya, seperti keju atau yogurt, merupakan sumber utama kalsium untuk perkembangan tulang dan gigi.

Tips Memberikan Makanan Tambahan

-Kontrol Porsi : Sesuaikan porsi dengan usia dan kebutuhan balita. Hindari makan berlebihan untuk mencegah rasa kenyang dan penolakan terhadap makanan utama. 

- Presentasi Kreatif: Jadikan makanan menarik secara visual dengan bentuk yang penuh warna dan menyenangkan untuk menarik perhatian balita. 

- Konsistensi dan Variasi: Tawarkan makanan tambahan setiap hari dengan menu yang bervariasi untuk mencegah kebosanan dan menjamin asupan nutrisi yang beragam.

Peran Orang Tua dalam Mencegah Stunting

Peran orang tua sangatlah penting dalam memastikan balita mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang.

Selain memberikan PMT, mereka juga harus menerapkan pola makan sehat bagi keluarga, menjaga kebersihan makanan, dan memantau tumbuh kembang anak secara rutin di puskesmas atau fasilitas kesehatan.

Pencegahan stunting memerlukan kolaborasi antara keluarga, petugas kesehatan, dan masyarakat.

Pemberian makanan tambahan sesuai dengan prinsip  Isi Piringku merupakan cara sederhana namun efektif untuk memenuhi kebutuhan gizi balita.

Memastikan balita tumbuh sehat dan cerdas berkontribusi terhadap masa depan yang lebih cerah bagi generasi berikutnya. (web/lis)

* Dosen Prodi Kebidanan Magelang Poltekkes Kemenkes Semarang

Editor : Lis Retno Wibowo
#isi piringku #gizi balita #kekurangan gizi kronis #stunting #Pertumbuhan Balita