Air adalah sumber kehidupan bagi makhluk hidup di dunia ini untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada halnya tanaman yang kekurangan air pasti akan layu dan mati. Hal ini berbeda dengan manusia yang harus mengonsumsi air bersih.
Air dapat dikatakan bersih jika tidak memiliki rasa. Tidak ada bau. Tidak berwarna. Tidak mengandung zat-zat berbahaya.
Jika manusia mengonsumsi air yang tidak bersih atau tercemar, maka akan berakibat bagi kesehatan manusia itu sendiri. Air secara unik rentan terhadap polusi dan mudah melarutkan zat dibandingkan cairan lain dalam permukaan bumi ini. Semua makhluk hidup pasti memerlukan air. Dari pernyataan itu, masih banyak masyarakat yang menyepelekan tentang pencemaran air. Karena tak sepatutnya air itu dikotori.
Air memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Salah satunya mencegah dehidrasi. Menjaga kesehatan sendi dan otot. Menurunkan berat badan. Memelihara kesehatan kulit dan lain- lain.
Air sangat mempengaruhi kesehatan tubuh. Jika manusia makan tanpa mengonsumsi air, maka feses akan keras yang menyebabkan sembelit. Di antara fungsi berikut ada halnya manusia harus menjaga lingkungan sekitar dari sampah yang dapat menyebabkan air menjadi kotor dan tercemar.
Pencemaran air dapat diakibatkan oleh kegiatan manusia yang meninggalkan limbah pemungkiman, limbah pertanian, limbah industri di dalamnya termasuk pertambangan.
Pencemaran tersebut memiliki dampak kepada manusia. Sampah adalah salah satu penyebab paling utama terjadi pencemaran air. Air yang terkontaminasi dengan sampah memiliki keasaman yang berbeda dengan air yang tidak tercemar. Air yang sudah bergabung dengan puluhan sampah saja akan berubah baik warna, bau, maupun rasanya. Jadi, alangkah baiknya dari sekarang kita mengurangi penggunaan sampah dan kesadaran kita untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Cara yang paling efektif yang bisa kita gunakan untuk mencegah sampah mencemari air adalah dengan mengurangi jumlah sampah plastik yang kita gunakan. Sampah plastik yang berlebihan dapat menyebabkan selokan atau sungai menjadi tersumbat dikarenakan sampah yang terlalu banyak menumpuk dan tentunya menyimpan berjuta bakeri di dalam lingkup air tersebut.
Selain sampah yang menyebabkan pencemaran air, ada beberapa penyebab lain yang jauh lebih berbahaya jika dibuang begitu saja tanpa diolah dengan baik dan benar, yang menyebabkan beberapa permasalahan lingkungan. Bahan pencemaran air dapat berasal dari limbah pabrik, limbah industri, limbah organik, limbah anorganik dan senyawa organik.
Dari beberapa contoh sebelumnya yang paling sering digunakan dan tidak dapat diakhiri pemakaiannya adalah penggunaan senyawa organik. Karena senyawa organik sering digunakan bahkan bisa dikatakan digunakan manusia setiap harinya. Contohnya: pestisida untuk tanaman, sabun (deterjen, sampo,dan bahan pembersih lainya), hingga limbah minyak.
Kandungan zat kimia di dalamnya sangat berbahaya apabila dikonsumsi oleh manusia dan hewan. Jika senyawa organik ini terus mengalir ke permukaan tanah, maka pencemaran air tidak bisa kita hindari lagi.
Akibat yang akan muncul dari pencemaran air yang pertama adalah sumber air bersih menghilang. Namun jika pencemaran ini sudah terjadi, air bersih lama-kelamaan akan menghilang dari muka bumi ini. Sehingga makhluk hidup di bumi akan terancam punah. Selanjutnya menjadi sumber penyakit. Air yang sudah tercemar menjadi sarang penyakit yang bisa menyebabkan kematian. Dan yang terakhir adalah merusak ekosistem. Limbah cair yang sudah mengandung zat-zat kimia berbahaya jika sampai ke sungai dan laut akan merusak kehidupan ekosistemnya. Ikan dan tumbuhan air akan mati.
Maka dari itu, perlu kesadaran manusia, baik anak-anak, remaja maupun orang tua untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Supaya air yang ada di muka bumi ini tidak tercemar dan terjaga kebersihanya.
Dari hal ini kita dapat memastikan ketersediaan air yang memiliki kualitas yang baik dan berkualitas untuk digunakan setiap hari. Sehingga kita dapat mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. (*)
Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Akademi Teknik Tirta Wiyata, Magelang
Editor : H. Arif Riyanto