Oleh : dr. Carla Yudhitya Astarini
Apabila mata anak terlihat seperti mata kucing, maka perlu diwaspadai. Mata kucing pada anak berupa mata berwarna putih dan paling sering disebabkan oleh retinoblastoma. Retinoblastoma merupakan kanker ganas di dalam bola mata. Apabila ayah dan bunda menemukan mata kucing pada mata anak Anda, segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata.
Retinoblastoma merupakan kanker mata yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Kanker ini berlokasi di dalam bola mata. Angka kejadian retinoblastoma di seluruh dunia terjadi pada 1 dari 16ribu – 18 ribu kelahiran hidup, dengan 8 ribu kasus baru setiap tahunnya. Data tahun 2013 di Indonesia terdapat 277 anak dengan retinoblastoma dan paling banyak anak usia kurang dari 5 tahun.
Retinoblastoma merupakan keganasan yang muncul akibat mutasi dari gen RB1, yaitu suatu gen yang berperan sebagai pengendali pertumbuhan sel, yang ada dalam kromosom manusia. Akibat mutasi ini, terjadi pembelahan sel terus-menerus dari sel progenitor fotoreseptor retina, sehingga terbentuklah jaringan kanker yang tidak terkendali pertumbuhannya di retina, dan menjadi retinoblastoma.
Mutasi dari gen RB1 ini bisa terjadi secara herediter atau keturunan, maupun non-herediter. Sel retina yang tumbuh sebagai retinoblastoma ini bila tidak segera mendapat penanganan yang tepat, akan tumbuh semakin besar dan dapat menyebar ke otak dan sumsum tulang sehingga menyebakan angka kematian yang tinggi.
Gejala awal pada kanker ini adalah munculnya kilauan cahaya dari dalam mata anak, yang disebut dengan leukocoria, sehingga akan muncul gambaran seperti mata kucing yang berkilau saat terkena sorot cahaya. Gejala lain berupa mata juling, mata menonjol keluar, terjadi peradangan atau kemerahan pada mata. Kanker yang terjadi pada kedua mata kurang lebih 30-40 persen kasus, dan terjadi pada satu mata kurang lebih 60 persen kasus. Bila mendapatkan gejala ini sebaiknya segera periksakan anak ke dokter spesialis mata terdekat untuk dapat mendeteksi sedini mungkin.
Retinoblastoma apabila terdeteksi sejak awal akan dapat tertangani dengan cukup baik, dengan tetap dapat mempertahankan keutuhan bola mata. Bahkan mempertahankan fungsi penglihatan. Namun apabila sudah tumbuh semakin besar, bola mata menjadi tampak menonjol keluar, sudah terdapat kecurigaan persebaran kanker melalui saraf dan tulang orbita. Maka penangannya memerlukan kemoterapi untuk mengecilkan ukuran kanker, dilanjutkan dengan tindakan enukleasi (mengambil bola mata secara utuh) untuk memperkecil risiko persebaran kanker ke otak dan organ lain di tubuh.
Kemudian dilanjutkan kemoterapi sistemik untuk menangani kanker hasil metastasis di organ lain di tubuh. Kondisi persebaran dari retinoblastoma ke otak ataupun sumsum tulang akan meningkatkan angka kematian. Dengan deteksi dini retinoblastoma ini sangat diperlukan untuk memperkecil risiko pertumbuhan dan persebarannya.
Kondisi mata lain yang dapat menyebabkan mata kucing adalah katarak pada bayi, penyakit coat dan bisa juga karena infeksi toxocariasis. Hal ini juga memerlukan penanganan segera untuk menyelamatkan penglihatan pada anak. Oleh sebab itu segera bawa anak ke dokter mata untuk melakukan pemeriksaan. (*/lis)
Dokter Internsip Puskesmas Magelang Tengah
Editor : Lis Retno Wibowo