Oleh : Oktani Fungsiana
Ketika persaingan bisnis semakin ketat seperti sekarang, memiliki tim yang solid, agile, kompeten dan kreatif menjadi modal penting untuk memenangkan persaingan.
Dinamika bisnis saat ini berubah dan berkembang sangat cepat. Masuknya teknologi internet menjadi salah satu pendorong disrupsi bisnis di segala aspek.
Kecepatan adaptasi, peningkatan kualitas layanan, inovasi-inovasi produk dan pemasaran akan menentukan apakah bisnis kita akan dapat bertahan ataukah tidak. Dan salah satu sumber daya penting di perusahaan yang bisa mewujudkan hal tersebut adalah sumber daya manusia yang kompeten, kreatif, agile dan solid.
Karyawan dengan karakteristik tersebut tentu saja tidak akan cukup menggerakkan perusahaan menjadi pemenang jika kemampuan terbaiknya tidak dikeluarkan. Dan salah satu cara untuk mengoptimalkan kemampuan mereka adalah dengan meningkatkan keterlibatan terhadap pekerjaan.
MarketSplash.com menyebutkan secara global tingkat keterlibatan karyawan hanya 15 persen. Artinya terdapat 85 persen karyawan yang bekerja hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Padahal, dampak ketidakterlibatan karyawan di tempat kerja secara ekonomi cukup signifikan. Data yang ditampilkan oleh MarketSplash, terdapat 34 persen kerugian dari nilai gaji yang diberikan perusahaan akibat ketidakterlibatan karyawan.
Apa saja dampak ketidakterlibatan karyawan di tempat kerja?
- Mereka menjadi kurang produktif
- Performance kerja tidak optimal
- Lebih sering mengambil cuti
Strategi Meningkatkan Keterlibatan Karyawan di Tempat Kerja
Untuk bisa meningkatkan keterlibatan karyawan di tempat kerja maka perusahaan perlu melakukan upaya-upaya penting untuk bisa meningkatkan daya saing perusahaan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan antara lain :
- Membangun komunikasi yang jelas dengan tim dan karyawan
- Menerapkan dukungan bagi pengembangan karir karyawan
- Membangun apresiasi positif atas kinerja tim
- Membangun budaya perusahaan yang positif
- Menempatkan orang pada posisi yang paling sesuai dengan dirinya dalam hal kemampuan dan kompetensinya.
Langkah kelima saat ini menjadi sesuatu yang sangat penting karena berhubungan dengan motivasi individu. Seseorang yang memiliki minat dan bakat terhadap pekerjaan yang dilakukannya akan membuatnya merasa lebih terlibat dengan pekerjaan tersebut.
Apalagi jika didukung dengan perasaan percaya diri bahwa dia akan dapat melakukannya, mendapatkan apresiasi serta dapat lebih berkembang itu akan menjadi faktor-faktor kuat seseorang semakin terlibat dengan pekerjaannya.
Lantas bagaimana penerapannya?
Melakukan pengukuran minat bakat karyawan akan menjadi langkah pertama yang dapat dilakukan. Dengan pengukuran minat bakat kita bisa menentukan apakah pekerjaan yang akan dia lakukan sesuai dengan minat bakat yang dimilikinya atau tidak?
Karyawan yang memiliki kesesuaian antara minat bakat dengan pekerjaannya, didukung oleh lingkungan kerja yang selaras tentu akan lebih terlibat dengan pekerjaannya. (*/din/lis)
Mahasiswa MM Universitas Jenderal Soedirman
CEO KonsultanMinatBakat.com
Editor : Lis Retno Wibowo